hukum perjanjian

Hukum Perjanjian
12 maret 2012

Pengertian perikatan
Prof.Subekti :
perikatan adalah suatu hubungan hukum mengenai kekayaan harta benda antara 2 pihak/lebih yang memberi hak menuntut pada salah satu pihak dan pihak lain berkewajiban memenuhi tuntutan tersebut.
Setiawan :
Suatu hubungan yang diatur dan diakui oleh hukum
Hal yang mengikat dalam suatu perikatan dapat berupa peristiwaàperkawinan,kelahiran
Hal yang mengikat dalam suatu perikatan dapat berupa perbuatan àjual beli
Hal mengikat dalam suatu perikatan dapat berupa keadaanàletak pekarangan yang bersebelahan jika pohon Si A melewati batas pekarangan Si B maka si A wajib memberikan buah pada si B,sedangkan si B wajib membersihkan daun yg gugur dari pohon Si A.

Hukum perikatan dapat juga kita temukan dalam
Bidang hukum harta kekayaan àsewa menyewa,jual beli
Bidang hukum keluarga àperkawinan,kelahiran
Bidang hukum waris à hal pewarisan harta
Bidang hukum pribadi à dalam hal pengurus mewakili organisasinya

Subjek dalam perikatan
Kreditur :
Orang yang berpiutang/yang berhak menuntut prestasi
Debitur :
Orang yang berutang/yang berkewajiban memenuhi prestasi

Unsur-unsur subjek perikatan
Debitur : schuld(utang) & haftung(uang/harta)
Harta debitur menurut pasal 1131 BW adalah harta yang telah ada ataupun yg didapat kemudaian menjadi jaminan akan perjanjian yg telah dibuat (utangnya)
Pengecualiannya :
Schuld tanpa haftung,dapat ditemukan dalam perikatan alam (naturlijke verbintenis)àperjudian

Dalam hal schuld tanpa haftung sekalipun debitur berutang pada kreditur,bila debitur tidak mau memenuhi kewajibannya kreditur tidak berhak menuntut pemenuhannya.
àA utang judi ke B,A ga mau bayar.B ga bisa nuntut.

Schuld dengan haftung terbatas,dalam hal ini debitur tidak bertanggung jawab atas seluruh harta kekayaan(utang) tetapi,hanya terbatas pada barang/jumlah tertentu.
*Dalam hal pewarisan seorang ahli waris yg menerima warisan dengan hak pendaftaran,dengan hak pendaftaran maka ahli waris hanya menanggung utang pewaris sebesar harta yang diwariskan padanya.
Kreditur : Haftung (harta/uang)

Objek perikatan : hal yang diperjanjikan dalam suatu perikatan (prestasi)
Prestasi: hal yang wajib dipenuhi debitur

Menurut pasal 1234 BW Prestasi terbagi atas :
Memberikan sesuatu : jual-beli,tukar menukar,hibah
Berbuat sesuatu : perjanjian untuk membangun rumah
Tidak Berbuat sesuatu : perjanjian untuk tidak membangun tembok

Menurut pasal 1233 BW sumber perikatan berasal dari :
UU
Perikatan

Pelaksanaan perikatan
J jika debitur tidak melaksanakan janji maka kreditur berhak merealisasikan haknya secara langsung dengan sendirinya(parate eksekusi)àpenggadaian bisa langsung melelang barang jika sudah jatu tempo
Jterlaksananya eksekusi dikuasakan oleh hakim atau dengan kata lain Si Kreditur di kuasakan oleh hakim untuk merealisasikan haknya (riil eksekusi)

Prestasi yang dapat di eksekusi secara riil eksekusi :
Prestasi berbuat sesuatu
B berjanji untuk membuat gedung perkantoran pada A,ternyata B tidak melaksanakan janjinya maka A berhak meminta di kuasakan pada hakim untuk merealisasikan pembangunan perkantoran dengan pemborong lain atas biaya si B
Pengecualiannya jika prestasinya bersifat pribadi
àA dijanjikan untuk dilukis oleh pelukis affandi,A ga bisa meminta pelukis lain untuk melukisnya.
Prestasi tidak berbuat sesuatu
àchilla berjanji untuk tidak mendirikan tembok pembatas pada ketua RT tapi chilla melanggarnya,maka ketua RT berhak meminta dikuasakan oleh hakim untuk merobohkan temboknya.
Prestasi memberikan sesuatu,hanya dimungkinkan pada benda bergerak hal ini karena pada benda tak bergerak harus melalui proses hukum yang membutuhkan kerjasama dengan debitur.

Menurut pasal 1393 BW ada sumber yang melengkapi pelaksanaan perjanjian :
UU,Kebiasaan dan Ketertiban Umum.
(?) Jika ada kebiasaan yang bertentangan dengan UU ,apakah UU masih dapat dipakai?
= Menurut pasal 1393 BW,Uang sewa diantar ke rumah pemilik,Jika ada suatu daerah yang dalam kebiasaannya pemilik yang mengambil uang sewa ke rumah penyewa maka yang harus dilakukan adalah ketentuan UU.
=Menurut pasal 1460 BW,resiko atas barang yang akan dibeli ditanggung oleh pembeli,hal ini di rasa merugikan masyarakat maka yang dilakukan adalah resiko atas barang yang akan dibeli jika barang tersebut belum sampai ke tangan pembeli ditanggung oleh penjual.

Syarat sah nya perikatan :
Kesepakatan : para pihak harus seiya sekata mengenai seluruh isi perjanjian tanpa ada paksaan dari pihak ke tiga,tipuan dan kekhilafan
Cakap (pengecualiannya pasal 1330 BW)
Hal tertentu : apa yang diperjanjikan harus jelas agar diketahui batasan hak dan kewajiban.
Sebab yang halal : hal yang diperjanjikan tidak boleh bertentangan dengan UU,kesusilaan,dan ketertiban umum.

Teori yang mengatur kapan terjadinya kesepakatan
Teori kehendak : kesepakatan terjadi pada saat kehendak penerima dinyatakan & menulis surat
Teori pengiriman : kesepakatan terjadi pada saat kehendak itu di kirim oleh pihak yang menerima tawaran.
Teori pengetahuan : seharusnya pihak yang menawarkan sudah mengetahui bahwa tawarannya telah diterima
Teori kepercayaan : kesepakatan terjadi pada saat pernyataan layak diterima oleh pihak yang menawarkan.

*note : kesepakatan itu harus bebas berarti tidak adakekeliruan,paksaan,dan tipuan juga penyalahgunaan hak.

Sumber perikatan yang diatur dalam pasal 1233 BW :
Perjanjian (1313 BW) adalah suatu perbuatan dimana 1 orang/lebih mengikatkan diri terhadap 1 orang atau lebih.(bersifat kongkrit)
*perikatan adalah hubungan yang bersifat abstrak.

UU yang dapat dibedakan menjadi :
UU murni pasal 298 BW,pasal 625 tentang pemilikan pekarangan
Perbuatan manusia
Tidak brtentangan dengan hukumàzaakwerneming (1354 BW) pemberian kuasa pada orang lain dengan suka rela (wakil tanpa kuasa : mengurus kepentingan orang lain)
Wanprestasi /Ingkar Janji
Tidak melaksanakan prestasi yang telah diperjanjikan
Jenis-Jenis Wanprestasi
Tidak melaksanakan prestasi sama sekali
Melaksanakan prestasi tapi terlambat
Melaksanakan prestasi tetapi yang dilarang oleh perjanjian
Melaksanakan prestasi tetapi bukan seperti yang diperjanjikan

Bila terjadi wanprestasi maka yang dapat dituntut :
Tuntutan untuk melaksanakan prestasi
Menuntut ganti rugi
Pembatalan perjanjian
Pembatalan perjanjian disertai ganti rugi

“Dalam hal ini debitur harus dinyatakan lalai kemudian diberikan somasi,somasi diberikan bila debitur telat melakanakan perstasi.

Ganti rugi
Penggantian atas kerugian yang ditimbulkan karena terjadinya suatu prestasi (1246-1250 BW)
Ganti rugi yang berkaitan dengan perbuatan melawan hukum diatur dalam pasal 1365-1380 BW

Jenis-jenis rugi :
Rugi materil : kerugian yang pada hakekatnya dapat diganti dengan uang
Rugi immateril : kergian yang pada hakekatnya tidak dapat diganti dengan uang.

Unsur-unsur ganti rugi
Biaya : segala sesuatu yang merupakan pengeluaran yang dikeluarkan salah satu pihak.
Rugi : kerugian yang disebabkan kerusakan barang2 kepunyaan kreditur.
Bunga : keuntungan yg diharapkan kreditur
Kerugian berupa kehilangan keuntungan.

Syarat menuntut ganti rugi :
Harus dibuktikan dengan adanya hubungan kausal antara wanprestasi dengan kerugian yang ditimbulkan
Teori conditio sine qua non (van buri)
Setiap faktor yang ikut menimbulkan akibat merupakan sebab dari akibat itu.Teori ini terlalu luas sehingga orang yg tak bersalah bisa dipersalahkan.

Teori Adeguani (van kries)
Tidak semua faktor yang ikut menimbulkan akibat merupakan sebab dari akibat itu,yang dianggap sebagai sebab adalah yang menurut penggalaman orang dianggap menentukan dalam menentukan akibat.

(?) apakah semua kerugian akibat wanprestasi dapat di tuntut ?
= TIDAK!
Ada pengecualiannya yg diatur dalam pasal 1247-1248 BW
yang dituntut adalah kerugian yg diduga/sepantasnya diperkirakan & diperhitungkan pada perjanjian yang dibuat (1247 BW).
Yang dapat dituntut penggantiannya adalah yg merupakan akibat langsung dari wanprestasi begitu juga sebaliknya(1248 BW).

BUNGA MORATOIR
Bunga yg harus di bayar kreditur yg telah melakukan prestasi hanya ada dalam pinjam meminjam dengan bunga 6% pertahun (1250 BW) yang dihitung sejak tuntutan kepengadilan

RESIKO

Adalah kewajiban memikul kerugian dsebabkan karena suatu kejadian diluar kemampuan manusia(OVERMAACHT)
Adanya resiko berpokok pangkal pada suatu permasalan yg tejadi di luar kemampuan manusia(overmaacht)atau dalam hukum dagang disebut force mayeur)

Overmaacht : peristiwa diluar kemampuan dan kekuasaan debitur yg menghalanginya memenuhi prestasi yg diperjanjikan

2 ALIRAN OVERMAACHT :
Objektif >> terjadinya keadaan memaksa apabila timbul halangan yg tidak dapat diatasi debitur dengan segala cara
Subjektif >> terjadinya keadaan memaksa yg sebenarnya bisa diatasi tetapi tidak diatasi oleh debitur

Macam –macam overmaacht
Mutlak : debitur tidak mungkin melaksanakan prestasi yg diperjanjikan sama sekali àbencana alam
Relatif : debitur tidak mungkin/tidak dapat melaksanakan prestasi u/ sementara waktu à kuli bangunan sedang sakit maka ia berhenti membangun dan melanjutkannya ketika sembuh.
*note : ketidakmampuan berbeda dengan keadaan memaksa
Akibat keadaan memaksa (overmaacht)
Debitur tidak diwajibkan untukmembayar ganti rugi
Debitur tidak diwajibkan untuk melakukan prestasi
*kadangkala seseorang harus mengganti rugi atas kesalahan orag lain
àorag tua pada anak,majikan pada buruh

Macam-macam perikatan :
Perikatan murni : bila dalam masing-masing pihak hanya terdapat 1 orang (kreditur 1 orang.debitur 1orang)dan penuntutannya dapat dilakukan seketikaàjual beli benda bergerak
Perikatan bersyarat (1253-1267 BW)
Suatu perikatan adalah bersyarat bila berlaku ataupun hapusnya perikatan tersebut digantungkan atas terjadinya atau tidak terjadinya suatu peristiwayg akan datang & belum tentu terjadi.

Perikatan bersyarat ada 2 golongan (pasal 1253 BW) :
Perikatan bersyarat yang menangguhkan : perikatan baru berlaku jika syarat terpenuhi/suatu peristiwa terjadiàaku jual rumah klo pindah
Perikatan bersyarat yang menghapuskan : perikatan hapus jika suatu peristiwa terjadi/persyaratan terpenuhi àtommy tinggal di rumah john sampai orangtua john pulang,begitu orang tua john pulang tommy pergi.
Perikatan dengan ketetapan waktu (1268-1271 BW) : tidak menangguhkan perikatan hanya menangguhkan pelaksanaannya/lamanya perjanjian.
Alternatif (1272 BW) : debitur dibebaskan jika ia telah menyerahkan salah satu barang dari barang yg telah diperjanjikan tetapi ia tidak boleh memaksa si kreditur untuk memilih sebagian dari barang yang satu,sebagian lagi dari barang yang lain.
Perjanjian tanggung renteng/tanggung menanggung(1280 BW) :jika salah satu pihak terdapat lebih dari 1 orang.
Debitur banyak,kreditur 1(1280 BW)
Kreditur dapat menuntut pelunasan pada salah satu debitur dengan total pembayaran sesuai dengan jumlah utang seluruh debitur-debitur,dengan kata lain debitur2 lain dibebaskan

Kreditur banyak,debitur 1(1278 BW)
Ketika debitur sudah melunasi utangnya sesua dengan jumlah utangnya pada seluruh debitur dan membayarkannya pada salah satu kreditur maka utangnya dianggap lunas.

Perikatan yang dapat dibagi & yang tidak dapat dibagi ( 1296 BW)
Ukuran dapat dibagi/tidak nya dilihat dari prestasi tetapi tidak boleh mengurangi hakekat prestasi dan perihal dapat dibagi/tidaknya terbawa dari sifat barang dan juga dari maksud perikatan itu.
UKI memesan 10000 unit komputer tablet perhari kirim 20 unit.

Perikatan dengan ancaman hukuman (1304 BW)
Perikatan macam ini memuat ancaman hukuman apabila lalai/tidak memenuhi kewajibannya.

Actio pouliana (gugatan berdasarkan pasal 1341) untuk melindungi hak penuntutan kreditur,memberi kewenangan pada kreditur untuk dalam keadaan tertentu mengajukan pembatalan terhadap perbuatan yg tidak diwajibkan yg merugikan kreditur.
Syaratnya :
Perbuatan tersebut dalam pasal 1341 harus merupakan perbuatan hukum
Bukan merupakan perbuatan yg diwajibkan
Hanya kreditur yg berhak mengajukan pembatalan
Debitur dan pihak ketiga harus mengetahui perbuatannya merugikan kreditur

Perikatan dari perjanjian (pasal 1313 BW )
Perjanjian adalah suatu perikatan antara 2 orang/lebih yg untuk melakukan hal tertentu.
Unsur-unsur perjanjian
Adanya pihak-pihak (minimal 2 orang)
Adanya kesepakatan pihak-pihak
Ada bentuk tertentu
Ada tujuan yg hendak dicapai
Ada prestasi yg akan dilakukan
Ada syarat2 tertentu sebagai isi perjanjian

Jenis-jenis perjanjian :
Perjanjian baku : perjanjian yg telah dibuat terlebih dahulu oleh salah satu pihakàasuransi
Perjanjian timbal balik : perjanjian yg menimbulkan hak dan kewajiban pada kedua belah pihak àjual beli
Perjanjian sepihak : perjanjian yg menimbulkan hak & kewajiban pADa salah satu pihak saja àhibah
Perjanjian obligatoir : baru menentukan hak-hak dan kewajiban-kewajiban pada pihak-pihak
Perjanjian pelengkap : jika tidak ada dalam perjanjian berlaku ketentuan UU
Perjanjian bernama/tak bernama
Perjanjian synalgamatik : perjanjian yg tidak memperhatikan keseimbangan prestasi & kontra prestasi
Komutatif :perjanjian yg memperhitungkan kesimbangan prestasi & kontra prestasi

Asas perjanjian :
Kebebasan berkontrak
Pacta sun servanda
Konsensual

Sifat-sifat perjanjian :
Konsensual
Pelengkap
obligatoir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s